Minggu, 30 Agustus 2009

Selasa, 18 Agustus 2009

Perempuan Tunisia Hamil 12 Bayi Kembar

Seorang perempuan di Tunisia memecahkan rekor karena mengandung 12 bayi kembar, demikian laporan media setempat Selasa. Perempuan itu, seorang guru yang tak disebutkan namanya, diperkirakan hamil enam bayi laki-laki dan enam perempuan. Ia hamil 12 bayi kembar setelah menjalani perawatan kesuburan menyusul sejumlah keguguran. Dr. Mark Hamilton, dari British Fertility Society, mengkonfirmasi kehamilan luar biasa di Ghafsa, Tunisia, mungkin saja, tapi mengandung resiko "yang sangat besar". Perempuan tersebut, yang akan memerlukanp pemantauan medis terus-menerus, dilaporkan memberitahu para dokter bahwa ia "merasa sehat dan sangat ingin memeluk keenam bayi laki-laki dan enam bayi perempuannya". Sang ayah, yang hanya disebut dalam laporan itu bernama Marwan, mengaku istrinya ingin melahirkan secara alamiah, tapi banyak ahli medis mengatakan itu takkan mungkin. Nadya Suleman dari Bellflower, California, saat ini memegang rekor sebagai pemilik bayi kembar yang hidup paling lama dalam sejarah. Nadya memiliki delapan bayi kembar.

Selasa, 28 Juli 2009

harga kopi

yang mau memesan kopi silahkan hubungi Videji@yahoo.co.id

Senin, 20 Juli 2009

Hello. Friends it's me you can contact me anytime, question me or anything you wanna know about me

Minggu, 12 Oktober 2008

Kebobrokan Peradaban Barat

Tidak diragukan lagi bahwa kejadian besar yang menimpa umat Islam mendorong kita untuk selalu merenung tentang keadaan dan apa yang menimpa mereka dari pergantian hari dan tipu daya malam.

Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam bagi Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya, amma ba’du.

Tidak diragukan lagi bahwa kejadian besar yang menimpa umat Islam mendorong kita untuk selalu merenung tentang keadaan dan apa yang menimpa mereka dari pergantian hari dan tipu daya malam. Dulu, mereka berpegang teguh pada agamanya. Merekalah umat yang luhur, dimana tentara mereka dapat berdiri tegak di hadapan pasukan musuh yang melampaui batas, yang terbesar pada masa itu.

Mereka mengatakan “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk mengeluarkan umat ini dari penyembahan kepada hamba sahaya menuju penyembahan kepada Allah Ta’ala yang satu. Mengeluarkan manusia dari kezaliman berbagai agama kepada keadilan Islam. Membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat.”

Begitupun para penggantinya, pernah menyampaikan dengan penuh percaya diri kepada awan yang berhembus di udara, “Turunkanlah hujan sekehendakmu, maka pastilah curahanmu akan menimpaku.” Salah satu pemimpinnya menceburkan kudanya ke lepas pantai, dimana berakhirlah satu bidang bumi di hadapan matanya, lalu ia berkata, “Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa di belakangmu ada daratan dimana orang mengkafirkan Allah, pastilah aku akan memeranginya di jalan Allah.”

Maka (seolah-olah) bumi dilipatkan untuk mereka, semua kesulitan dimudahkan, dan tegaklah hukum keadilan dimana mereka berada. Dan (saat itu) tidak ada orang merdeka yang diperbudak di tanah mereka, juga tidak ada orang yang dizalimi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (pernah) berdiri untuk jenazah orang Yahudi yang lewat di depan mereka seraya berkata, “Bukankan ia juga manusia?”

Dan khalifah mereka, Al-Faruq, pernah menyuruh seorang Nashrani dari mesir untuk meng-qishash anak dari gubernur mereka seraya berkata, “Sesungguhnya, seorang anak tidak memukul kecuali dengan kekuasaan ayahnya.” Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang kekal (dalam ingatan) hingga sekarang, “Ya ‘Amr, sejak kapan kamu memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan merdeka?”

Peradaban yang Manusiawi
Hampir berlalu satu atau dua generasi, hingga Islam menjadi sebuah ”butik peradaban” yang memiliki bangunan canggih. Di dalamnya menyatu berbagai penghasilan alam. Maka muncullah dari golongan ahli hadits Imam Bukhari, Muslim An-Nîsâbûrî, Abu Dawud as-Sajastanî, dan An-Nasai. Begitu juga Ibnu Hambali Al’Arabi Asy-Syibani. Dan dari golongan ahli tafsir diantaranya Ath-Thabari dan Qurthubi. Begitu juga Ibnu Katsir, Al-Arabi Al-Qurasyiyyi. Kemudian dari ilmu kedokteran dan filsafat diantaranya Ar-Raazi, Ash-Shaby, Ibnu Rusyd Al-Andalusy.

Mereka mengangkat syi’ar: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Hujurat: 13). Mereka juga mempunyai seruan: “Tidak ada keutamaan orang Arab atas orang asing kecuali dengan ketaqwaan.”
Zaman silih berganti, dan setiap sesuatu kalau tidak sempurna pasti ada kekurangan. Faktor kelemahan menghinggapi umat Islam dari sisi internal, juga faktor tekanan yang terus menerus dari sisi eksternal. Dan bergoncanglah martabat Islam dalam diri umat ini dan pimpinannya. Tentaranya rapuh dan perlawanannya luluh serta musuh-musuh punya pengaruh dari segala sisi. Benarlah apa yang difirmankan Allah Ta’ala: “Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya" (QS. Al-Kahfi: 20).

Perang Salib
Penjajah bangsa barat kemudian menancapkan cakarnya, dari Turkistan timur, Filiphina dan Indonesia dari sisi sebelah timur sampai negeri Spanyol dari sisi barat. Dan dari Eropa tengah di sisi utara sampai Afrika di sisi selatan.

Semuanya dalam satu serangan yang dilancarkan kepada mereka dan menewaskan jutaan kaum muslimin. Hasil-hasil bumi mereka dirampas secara rapi dan budi pekerti anak bangsa mereka dihancurkan dengan sengaja. Di antara mereka terdapat jarak antara sebab-sebab munculnya kekuatan dan faktor-faktor kebangkitan.

Orang-orang dari pasukan Italia meneriakkan seruan yang bergemuruh setelah menggempur Libia: “Wahai ibu, janganlah engkau menangis, tapi tertawalah dan berharaplah, sungguh aku akan pergi ke Tripoli dengan perasaan riang gembira. Aku akan tumpahkan darahku untuk membinasakan umat! Untuk memerangi Islam dan aku akan memerangi dengan sepenuh kekuatanku untuk menghancurkan al-Qur’an.”

Orang-orang dari pasukan Inggris meneriakkan seruan seniornya, Gladiston yang mengatakan dengan penuh congkak: “Wajib untuk menghilangkan al-Qur’an.” Mereka juga melihat pimpinannya, Lord Lamby memasuki Al-Quds pada perang dunia pertama seraya berseru: “Hari ini Perang Salib telah usai.” Jenderal Prancis, Ghoro menendang makam Shalahuddin di Syiria, lalu mengatakan, “Kami datang kembali, wahai Shalahuddin.”

Setelah itu, warga dunia dikejutkan dengan kejadian yang dilakukan Serbia dan Kroasia terhadap muslim Bosnia… lima puluh ribu muslimah telah ternodai kehormatannya di hadapan mata dan telinga orang-orang Eropa dan Amerika dan juga pasukan PBB. Mereka dihamili oleh janin-janin anjing yang terlaknat! Sungguh tidak hanya mereka yang dicela dan dibenci, seharusnya kita mencela diri kita sendiri dan kelemahan kita.

Bobroknya Peradaban Barat
Kita tidak bersikap apriori dengan semua peradaban barat. Bahkan, kita mengakui apa-apa yang telah mereka persembahkan untuk kemajuan dunia dalam hal sains dan teknologi serta kebangkitan dalam ilmu pengetahuan, seni, politik dan sosial.

Bagaimana kita memungkiri itu semua, padahal kita adalah anak dari sebuah peradaban dimana Al-Qur’an mengatakan: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah: 8)

Akan tetapi, pada waktu yang bersamaan kita membenci kelalaian, karena hal itu akan membuat kemurkaan Allah. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS. Al-A’raf: 179). Kita benci, Allah melihat kita termasuk bagian dari orang-orang yang lalai dimana mereka tidak mengenal musuh daripada teman.

Sungguh kita telah melihat benih-benih permusuhan atas diri umat Islam berdiri tegak di atas pondasi yang kokoh. Kita juga melihat hati-hati mereka terbakar oleh kedengkian, yang digerakkan oleh dongeng-dongeng sesat. Mereka jadikan dongeng itu sebagai agama hingga salah seorang senior mereka mengatakan, sesungguhnya Tuhan telah menurunkan wahyu untuk menggempur Irak dan merobohkan sistem peradilannya. Mereka mengatakan dengan lantang bahwa perang terhadap umat Islam adalah perang salib.

Kita telah mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa peradaban Eropa dan Amerika tidak ada kaitannya dengan agama masehi yang dibawa oleh Utusan Allah, Nabi Isa ‘Alaihis Salam.

Agama ini berdiri atas dasar toleransi dan cinta kasih. Kita sepakat apa yang pernah dikatakan Welez, pengarang kitab ‘Ma’alim fi Tarikh al-Insaniyyah (Petunjuk-petunjuk dalam Sejarah Manusia), penulis mengatakan: “Sesungguhnya bangsa Eropa telah terbiasa sejak lama menjadikan ajaran-ajaran Yesus Sang Penyelamat sebagai penghalang yang kuat.

Sejak Eropa masuk ke dalam era kebangkitan, mereka memutuskan untuk menjadikan agama dan gereja dalam kehidupan mereka tempat yang sejauh-jauhnya. Mereka memisahkan agama dari kehidupan dunia. Akan tetapi kita mendapatkan sekarang, agama menjadi tunduk kepada hawa nafsu mereka dalam kecongkakan dan keterpaksaan, seperti yang kita lihat. Mereka jadikan agama palsu itu lebih buruk dari apa yang diperkirakan yaitu kefanatikan yang terkutuk, dimana mereka tidak mengindahkan ajaran-ajaran langit lagi.

Kita mengetahui bahwa di barat banyak cendikiawan. Mereka tidak rela apa-apa yang berubah dari alam ini karena pengaruh peradaban mereka. Permusuhan ini membuat perasaan mereka tidak dapat tidur di alam ini, karena ulah siasat mereka.

Sesungguhnya 94 persen penghasilan dunia datang dari negara industri mereka dan 75 persen investasi dunia mengarah ke negara-negara mereka. Kekayaan alam berada pada segelintir orang-orang kaya. Dua ratus orang di negara mereka memiliki harta sebanyak 1 Milyar Dollar, sedangkan 582 juta orang di 43 negara-negara berkembang hanya memiliki 146 juta Dollar.
Satu juta orang yang hidup di negara-negara berkembang tidak memiliki cadangan air minum yang baik dan 43 juta manusia mengidap penyakit aids, buah dari eksperimen mereka.

Mereka mengeluarkan kekayaan alam untuk pembuatan senjata dan hal-hal lain yang berlebihan. Disamping itu, terdapat 73 juta penduduk arab hidup berada di bawah garis kemiskinan dan 15 juta orang pengangguran.

Apakah ini semua hasil dari peradaban mereka yang sekarang memimpin dunia, yang bisa membuat hidup ini abadi? Atau hal tersebut merupakan peringatan akan sebuah kehancuran bila tidak mengikuti pendapat para cendikiawan? Perhatikanlah, kehancuran Barat sudah di depan mata.

Makna Kemajuan Peradaban
Peradaban bukan sekadar kemajuan dari segi materi saja, akan tetapi ia adalah kemajuan dari segi materi yang berdiri berlandaskan asas-asas keruhanian dan akhlak yang luhur, serta nilai kemanusiaan yang agung.

Peradaban bukan terbatas pada perkembangan kota saja, akan tetapi merupakan sebuah anugerah umat dari segala sisi, baik materi maupun etika. Dan nilainya dilihat dari kebaikan manusia yang ada.

Benar apa yang difirmankan Allah Ta’ala kepada umat Islam: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia” (QS. Ali Imran: 110) dan firman Allah: “Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi" (QS. Ar-Ra’du: 17).

Wahai Umat Islam!
Sesungguhnya putera-puteri kalian dituntut untuk memikirkan masalah ini lebih dari yang pernah dilakukan pada masa lalu. Mereka harus mengetahui kebutuhan manusia dan urgensi misi dakwah yang mereka emban serta peradaban yang mereka agungkan. Sesungguhnya semangat tinggi yang digelorakan pemuda-pemuda kita di hadapan agresi Barat dan Zionis-AS akan membangkitkan umat ini dari tidur panjangnya dan memperingatkan mereka dari tipu daya dan bualannya.

Sesungguhnya kita berada pada puncak sejarah yang dapat melumpuhkan peradaban yang penuh paksaan, perbudakan, kezaliman dan kecongkakan untuk memberikan tempat bagi peradaban yang lebih adil dan manusiawi.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya". (QS. Yusuf: 21)

Shalawat dan salam Allah serta keberkahan atas diri Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Sumber: http://www.eraMuslim.com

Kamis, 17 Juli 2008

capres dari orang lawas

Wajah-wajah lama bermunculan sekarang ini ingin menjadi calon presiden mendatang. Seharusnya mereka berpikir ulang untuk mencalonkan diri, karena bukannya tidak boleh mereka mencalonkan diri, tetapi bukankah mereka telah ikut pencalonan pilpres sebelumnya? dan mereka terbukti tidak di pilih rakyat. Atau mereka yang sudah mengenyam bangku kepresidenan kemudian tergantikan karena kasus. Seharusnya mereka berkaca diri tidak perlu ikut-ikutan dalam pesta demokrasi mendatang.
    Hal ini cukup beralasan, bukannya tidak boleh karena dalam pesta demokrasi boleh-boleh saja apabila rakyat mau memilih mereka, tapi apakah mereka tidak punya rasa malu, platform yang ditawarkannya juga tidak jauh berbeda dengan partai-partai lain. So berikanlah kesempatan buat yang muda-muda memimpin bangsa ini. Demokrasi persoalannya bukan menyangkut terpilih atau tidak terpilih tapi berkaitan dengan moralitas pemimpin itu sendiri, budaya malu dan tidak memaksakan kehendaknya perlu dijadikan tolak ukur kepemimpinan bangsa ini.




   

Selasa, 15 Juli 2008

KPP Bersatulah



Teman-teman sekian lama kita telah bergabung di Lembaga KPP ini, mulai dari kita mengenal satu sama lain di wadah FURI hingga kini kita telah sama-sama mempunyai keluarga dan alhamdulillah dianugrahi keturunan. Namun kenapa kita tidak bisa bersatu seperti dulu lagi? Dengan pengunduran diri salah seorang menjadi pemicu pengunduran diri yang lain. Memang di lembaga ini kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang benefit secara financial karena lembaga ini memang tidak diciptakan untuk itu. Lembaga ini murni untuk kemaslahatan masyarakat banyak, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan dana secara profesional melalui lembaga ini yang bisa dipertanggungjawabkan secara kelembagaan kepada masyarakat luas.  Masalah-masalah yang terjadi selama ini bisa kita atasi melalui jalur musyawarah. Hal-hal mengenai keadministrasian atau manajemen kadang kala menjadi sebuah permasalahan yang biasa terjadi di sebuah lembaga manapun termasuk KPP ini.
     Namun masalah personal satu sama lain mungkin masalah terberat jika dibandingkan dengan masalah manajemen. Ketersinggungan atau kesalahfahaman bisa menjadi pemicu akan ketidakharmonisan hubungan kekeluargaan. Mungkin selama ini kita memendam masalah tersebut sehingga puncaknya adalah keputusan untuk tidak menjabat selaku pengurus.
Hal tersebut menurut saya karena kurangnya sarana komunikasi yang dibangun di KPP.
     Dengan bergulirnya waktu yang terus melesat, hingga hampir semua anggota di KPP sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki keturunan menyebabkan kurangnya shilaturahmi yang biasa di bangun di KPP ini. Kesibukan yang menyita waktu di keluarga dan pekerjaan masing-masing mengakibatkan kurang harmonisnya hubungan di lembaga. Puncak-puncaknya adalah keputusan kemunduran personal inti sekaligus perintisnya dari kepengurusan lembaga ini yang memicu kemunduran juga ketua. 
    Saya sebagai simpatisan sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Seandainya ada jalan untuk kita mendamaikan masing-masing pihak saya sangat mendukung jalan tersebut. Namun memang waktu yang dimiliki kita masing-masing sangat terbatas, sangat tersita oleh kesibukan kita selaku kepala rumah tangga. Memang tidak bisa disalahkan, namun saya tetap masih berharap kalau Ibu Nessy dan Sdr Wawan bisa saling memahami dan memaafkan satu sama lain.  Terus terang keputusan ini diluar dugaan dan sepihak. Karena tidak dibicarakan terlebih dahulu dalam wadah musyawarah. Saya sendiri tidak bisa menyalahkan kedua belah pihak karena saya pun sudah lama tidak ikut andil dalam urusan2 langsung yang terjadi di KPP.
    Saya harap K'Mufti dan K' Arif dapat menyelamatkan keutuhan lembaga ini.  Karena hanya K'Arif dan K'Muftilah yang menurut saya dapat menjadi jalan terciptanya keharmonisan lembaga ini.
      Saya hanya ingin mengingatkan bahwa lembaga ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Sudah banyak pelajar-pelajar yang tidak mampu dapat diselamatkan dari Drop Out. saya ingin katakan kalau KPP adalah tangan-tangan Tuhan yang ikut menjambangi kebutuhan dasar manusia. Jadi kenapa kita tidak bisa bicara satu sama lain, Marilah kita merenungi diri satu sama lain.  Jangan ikuti ego atau nafsu yang ada dalam diri kita. Kasihanilah mereka yang masih membutuhkan kepedulian kita dari sekian banyak orang yang tidak peduli pada orang-orang miskin. Saya menyadari kalau mungkin usaha kita tidak bisa maksimal atau mungkin inilah usaha maksimal kita untuk ikut andil memecahkan masalah sosial di masyarakat. seberapun kecilnya usaha kita tidak akan luput dari pandangan Allah. 
    Lihatlah berapa banyak orang meratapi akan ketidakmampuannya menikmati pendidikan karena ketidakmampuan dalam biaya. Kita adalah penghubung antara si Kaya dan si Miskin. Mungkin Allah sudah memercayai kita sebagai TanganNya untuk menolong manusia lain. Lihat pula berapa banyak harta yang terus dihambur-hamburi oleh si Kaya untuk kenikmatan dirinya yang sifatnya fana, lihat pula berapa banyak saudara-saudara kita yang ingin menolong si miskin tapi tidak tahu harus kemana mereka menyalurkannya.
     Kita adalah diamanahi untuk itu. Mungkin Tuhan telah memilih kita sehingga kita bisa terbebas dari ancaman firmannya yang dalam surat al-lail. "Kecelakaanlah orang-orang yang tidak peduli kepada anak yatim dan anak-anak terlantar."
     Marilah kita bersatu kembali wahai saudara-saudaraku.